Selasa, 02 Maret 2010

Tempat Yang Baik Untuk Melakukan Aktivitas bagi Anak ADHD


Sama seperti penempatan benda-benda di dalam rumah, tempat untuk si anak melakukan aktivitas juga sebaiknya disediakan. Mungkin anda mempunyai meja makan, tempat menaruh kwitansi, atau kursi yang disukai untuk membaca atau nonton televisi. Anak anda sebaiknya juga mempunyai tempat yang tetap untuk dia melakukan aktivitas. Buat semacam kantor bagi dia untuk mengerjakan p.r.nya. Tawarkan tempat yang dipilihnya: mungkin meja kamarnya, di sudut ruangan dengan meja dan bangku empuk, atau berdiri saja di samping meja makan. Sediakan tempat yang rapi, yang ada tempat alat tulisnya, tempat untuk meletakkan buku pelajarannya. Ada baiknya kalau disediakan juga tempat untuk bermain, membaca dan makan.

Tempat Untuk Menyendiri

Tempat untuk si anak melarikan diri dan berada sendirian sebaiknya juga disediakan, apalagi jika anak anda orangnya Impulsif. Biarkan si anak berada di tempat itu apalagi jika dia ingin menangis. Sediakan sebuah bantal guling yang dapat ditinju atau dilempar. Dengan cara ini si anak bisa melampiaskan rasa frustrasinya tanpa memukul orang atau membanting benda-benda. Kamar tidur si anak dapat digunakan, namun jika si anak dikirim ke kamar tidurnya sesudah ia melakukan kesalahan, tempat itu bisa terasa seperti tempat buangan. Dalam hal ini sebaiknya sediakan tempat atau ruangan lain.

PENGARUH ADHD


Kita tahu bahwa ADHD membawa pengaruh kepada setiap aspek kehidupan anak. Anak-anak yang menderita ADHD seringkali mendapat kesulitan dalam memahami instruksi, mengingat tugas, bermain dengan baik dengan saudara sekandung, atau mengingat peraturan-peraturan. Sepertinya mereka selalu berada dalam kesulitan. Mereka sulit untuk ikut serta dalam aktivitas kelompok atau duduk diam di kelas. Mereka mungkin ëdicapí sebagai anak nakal. Bagi sebagian anak yang menderita ADHD, sangat sulit berteman. Problem diatas menjadikan mereka anak yang kesepian dan sulit dimengerti dan mereka menjadi lebih nakal karenanya.

Bagaimana mereka dapat menyelesaikan sekolah jika sulit memusatkan perhatian? Tanpa penyesuaian diri dalam bersosialisasi secara benar, mereka akan mendapat kesulitan dalam mencari teman pada masa mereka dewasa, ketika saluran bersosialisasi menjadi penting dalam kehidupan.

Beberapa bukti-bukti menunjukkan bahwa orang yang menderita ADHD juga mengalami kesulitan belajar, selalu menentang dan berkelakuan menyimpang. Kondisi-kondisi seperti ini membuat mereka mengalami kesulitan dalam bergaul. Periksakan anak anda pada seorang ahli untuk mengetahui apakah dia juga mengalami kondisi ini.

Pengaruhnya Pada Anda mungkin anda tidak sadar akan pengaruhnya pada anda dalam menghadapi anak dengan ADHD. Mengurus anak dengan ADHD merupakan pekerjaan penuh waktu. Kelihatannya seperti tidak ada yang dikerjakan hanya mengajari si anak, membereskan segala sesuatu yang dilakukannya. Luangkan sedikit waktu untuk diri sendiri untuk ngobrol dengan teman, mendengarkan musik, nonton film, makan malam di luar, menyegarkan diri, membaca, berolah raga, sembahyang atau melakukan meditasi. Lakukan suatu aktivitas kegemaran anda sedikitnya satu kali sehari atau pada saat anda merasa butuh melakukannya anda akan merasa sedikit lega.

Sumber : http://www.kesulitanbelajar.org

SIAPA SAJA YANG HARUS DIBERI TAHU BAHWA ANAK MENDERITA ADHD


Saudara Sekandung

Kakak atau adik dari anak dengan ADHD adalah orang yang paling terkenadengan kondisi ini. Mungkin si kakak atau adik akan merasa tidak mendapat perhatian orangtua karena mereka lebih memperhatikan adik atau kakak dengan ADHD. Ada saudara sekandung yang mengeluh mereka mendapat kesulitan akibat ulah adik atau kakak dengan ADHD. Mereka juga harus berusaha keras menghadapi adik atau kakak dengan ADHD ini karena cepat marah, ngambek dan tidak dapat mengikuti permainan-permainan. Penting sekali untuk menjelaskan mengenai ADHD kepada anak-anak lain dalam keluarga sehingga mereka mengerti akan keadaan adik atau kakaknya. Kita harus lebih sabar menanggapi keluhan mereka. Keluhan mereka merupakan reaksi yang wajar dan harus ditanggapi dengan positif. Mereka juga harus mendapat perhatian orangtua, sediakan waktu khusus untuk mereka.

Anggota Keluarga yang Lain

Jika ada anggota keluarga lain di dalam rumah, keputusan ada pada anda untuk memberitahukan tentang anak dengan ADHD. Jika mereka tinggal dalam waktu yang lama di rumah anda, sebaiknya anda ceritakan tentang keadaan anak anda dengan ADHD tersebut. Jika ada anggota keluarga yang bisa menjadi tempat untuk berbagi, ceritakan tentang ADHD.

Guru

Penting sekali menceritakan tentang kondisi anak dengan ADHD kepada kepala sekolah dan guru karena mereka sangat berpengaruh dalam pengalaman bersekolah si anak. Untuk keterangan lebih lanjut lihat halaman 12 mengenai Hal-hal yang Harus Diperhatikan di Sekolah.

Orang Lain

Andai ada seseorang lain yang sering berada dengan anak dengan ADHD orangtua dari teman, konselor pada saat berkemah, babysitter lebih baik diberitahu mengenai kondisi si anak. Jika mereka diberitahu mengenai disiplin, pujian dan aktivitas yang diterapkan pada si anak, akan sangat berguna. Buku pegangan mengenai ADHD ini atau bacaan lain ada baiknya juga diberikan kepada mereka.

Sumber : http://www.kesulitanbelajar.org

Anak Aktif Belum Tentu ADHD


MELIHAT anaknya aktif bergerak, tak jarang membuat orangtua mencap anaknya hiperaktif. Padahal belum tentu anak yang tak bisa diam tersebut hiperaktif. Mengetahui tanda anak hiperakti sangat penting untuk mencegah anak tersebut tumbuh menjadi anak nakal dan antisosial ketika remaja maupun dewasa.

Usia anak-anak adalah masa penuh keceriaan. Anak-anak belajar mengindentifikasi, meniru dan senang mencoba hal-hal baru yang ada di sekelilingnya. Ketidaktahuan orangtua justru kerap memasung kreativitas anak. Anak yang aktif dikiranya anak hiperaktif. Padahal ada gejala utama dikatakan hiperaktif meski si buah hati terlihat tak bisa tenang dan lebih suka bergerak ataupun melakukan kegiatan tertentu.

Anak yang aktif maupun hiperaktif memang kerap membuat orangtua kewalahan dan menjadi tidak sabar. Apalagi jika si kecil tak bisa duduk tenang dan selalu bergerak ke sana kemari. Tapi betulkah anak Anda hiperaktif?

Anak hiperaktif disebut juga Attention Defisit Hiperaktif Disorder (ADHD) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH). Setidaknya ada gejala utama sebelum anak disebut mengalami ADHD atau hiperaktif.

Apa saja? Anak disebut mengalami ADHD atau hiperaktif jika si kecil tak mampu memusatkan perhatian, melakukan aktivitas berlebihan dan gejala ketiga adalah terdapat impulsivitas seperti mudah emosi dan marah.

Menurut staf pengajar pada Fakultas Kedokteran Unhas, dr Saidah Syamsuddin, SpKJ, anak yang tak pernah fokus pada satu kegiatan bahkan jika diberikan sebuah mainan maka dia akan cepat mengalihkan perhatian pada hal lain sebelum tugas atau permainan

tersebut berakhir. “Selain tak pernah bisa fokus, anak ADHD ini memiliki aktivitas berlebihan. Anak tak bisa diam dalam berbagai situasi. Jadi kalau anak tak bisa diam hanya pada keluarga tapi bisa tenang ketika di sekolah atau playgroup maka

anak tak bisa disebut hiperaktif,”

Jadi, anak yang hiperaktif tak hanya tak bisa diam jika hanya di rumah tapi juga dia akan aktif terus meski berada di tempat lain. Ketika di kelas, si hiperaktif selain mengikuti pelajaran tapi juga akan mengganggu teman-temannya sehingga kerap disebut anak nakal. Gejala lainnya adalah anak juga lebih impulsif artinya mudah marah dan emosi. Misalnya si anak berada dalam suasana permainan dia tak bisa toleran. Di sekolah anak biasanya menjadi mudah melanggar aturan. Parahnya lagi, menurut Saidah, jika anak hiperaktif tak mendapat terapi dini dan telat dikenali oleh orangtua dapat berkembang menjadi anak yang antisosial, nakal dan kerap berurusan dengan masalah kriminal.

Sumber : http://www.fajar.co.id/koran/

Obat apa yang baik untuk anak ADHD (Attention Deficit Hyperactif Disorder)



Kebanyakan obat yang digunakan dalam menangani ADHD aman jika mengikuti perintah dokter. Obat-obatan ini mempunyai toleransi tinggi dan sedikit efek samping. Bagi beberapa anak, pengobatan akan menaikkan nafsu makan. Jika obat diminum setelah si anak makan, akan banyak mengurangi efek sampingnya. Beberapa anak yang menggunakan obat untuk ADHD menunjukkan pertumbuhan badan yang diluar batas normal. Hubungi dokter anda jika pertumbuhan si anak terlambat.

Sebagian orang tua merasa kawatir bahwa obat yang diminum akan memgakibatkan si anak menjadi lebih agresif atau nantinya akan membuat dia ketagihan obat atau minuman beralkohol. Kekawatiran ini tidak dapat dibenarkan. Pada kenyataannya, anak dengan ADHD yang tidak mendapatkan penanganan yang baik cenderung lebih agresif atau menjadi ketagihan obat-obatan dan minuman beralkohol.

Ada banyak cara menangani ADHD tanpa obat dan tidak ada salahnya mencoba penanganan tanpa obat lebih dahulu, atau memutuskan tidak menggunakan obat sama sekali. Tetapi sebelum mengambil keputusan mengenai cara penanganan, pastikan anda sudah mengetahui baik buruknya secara nyata, bukan hanya dari mendengar saja.

Pada umumnya obat yang digunakan dalam penanganan ADHD sangat aman dan bermanfaat. Minta pendapat seorang dokter atau ahli farmasi mengenai obat itu. Namun harus diingat pula bahwa semua obat ada efek sampingnya, tetapi kalau digunakan dengan benar, efek samping itu tidak berbahaya.

Pengobatan ADHD sama dengan kacamata bagi penderita rabun dan bisa menolong sipenderita memusatkan perhatian. Tidak perlu malu karena minum obat untuk ADHD. Obat itu tidak membuat penderita ADHD merasa bodoh. Bicarakan kekawatiran anda mengenai pengobatan pada dokter dan tanyakan si anak mengenai kekawatiran mereka.

Jenis Jenis Pengobatan :

  1. Stimulan merupakan obat yang paling banyak dipergunakan untuk ADHD. Dalam kelompok stimulan terdapat AdderallÆ (gabungan garam dari amphtamine), DextroStatÆ (dextroamphetamine sulfate), dan RitalinÆ (methylphenidate HCL). Stimulan bereaksi cepat dan efek sampingnya ringan. Disebut stimulan karena bisa memberikan energi bagi mental untuk memusatkan perhatian pada apa yang sedang dikerjakan. Pengobatan ada yang diberikan dalam dosis dobel dalam sehari.
  2. TCA (Tri-Cyclic Antidepressants) merupakan jenis anti depresi. TCA sangat efektif untuk mengatasi suasana hati yang berubah-ubah dan diminum hanya satu kali dalam sehari. Namun TCA bekerja lebih lambat dan lebih berisiko dalam penggunaannya. Jika pengobatan dengan stimulan tidak menolong TCA boleh dicoba.
  3. Wellbutrin ( buproprion ) merupakan jenis antidepresan yang telah dipergunakan dalam pengobatan ADHD meskipun belum mendapat persetujuan dari FDA. Obat ini bukan TCA, tetapi mempunyai kegunaan dan efek samping yang sama.
  4. Catapres (clonidine) dulunya dipergunakan untuk pengobatan penyakit darah tinggi. Obat ini dipergunakan dalam pengobatan ADHD, terutama bagi penderita gejala hiperaktif dan impulsif, meskipun juga belum mendapat persetujuan FDA. Obat ini berbentuk kecil atau pil. Anak-anak yang diberi Catapres akan menjadi ngantuk.

Sumber : http://www.kesulitanbelajar.org